alat untuk mengukur jarak jauh
Alat ukur

Alat Untuk Mengukur Jarak [Kumpulan Lengkap Alat Ukur]

Jarak dalam ilmu matematika jarak memiliki fungsi sebagai generalisasi dari konsep jarak yang ditinjau secara fisik. Secara sederhana jarak dapat diartikan sebagai seberapa jauh atau dekat dua buah objek yang akan diukur. Koordinat posisi juga menyatakan bahwa jarak sebagai besaran skala dan perpindahan merupakan besaran vektor.

Secara umum alat ukur jarak memiliki banyak tipe. Ada yang tipe manual ada pula tipe yang sederhana maupun tipe digital. Seiring perkembangan teknologi, berbagai jenis alat ukur jarak dengan teknologi yang mutakhir juga semakin banyak di pasaran. Untuk mengenal lebih jauh tentang alat untuk mengukur jarak dari masa ke masa, simak ulasannya berikut ini.

Bagian Tubuh Manusia

Sejak zama dahulu, manusia telah menggunakan tubuhnya sebagai alat ukur. Seperti yang dikenal dengan istilah satuan hasta, kaki, maupun depan. Karena hanya mengandalkan bagian tubuh manusia, maka jarak yang diukur pun juga tidaklah jauh alias hanya untuk skala ukuran kecil.

Namun, seiring perkembangan zaman, berbagai jenis alat ukur pun semakin berkembang dan meninggalkan bagian tubuh manusia sebagai alat ukur yang selalu diandalkan pada masanya. Alat pengukur ini dipelajari di sekolah untuk mengetahui tempat di bumi atau suatu benda.

Odometer

alat untuk mengukur jarak tempuh

Alat ukur bernama odometer ini merupakan alat yang digunakan untuk mengukur suatu jarak tempuh menggunakan motor. Odometer juga digunakan untuk mengetahui waktu pergantian oli. Cara kerja odometer ini ialah secara elektronik dan juga mekanik.

Saat digunakan dalam satuan km/h maka angka yang akan ditampilkan ialah berupa jarak dengan satuan km. Ini adalah alat yang umum dimiliki di rumah karena relatif bebas dimiliki. Pembuatan nya juga tidak sulit.

Lihat juga fungsi multitester untuk mengkur arus dan tegangan listrik.

Walking Measure

Walking measure termasuk jenis alat ukur jarak modern yang digunakan untuk jarak secara manual. Walking measure juga sering disebt dengan nama meteran roda yang berupa roda karet serta memiliki diameter sekitar 32 cm. Itulak kenapa alat ini disebut walking measure.

Alat ukur jarak yang modern ini juga telah dilengkapi dengan tongkat aluminium yang fleksibel karena bisa dilipat dan memiliki panjang 95 cm. Hasil pengukuran menggunakan walking measure ini bahkan bisa mencapai 5 digit angka. Tipsnya, Anda bisa sambil naik sepeda ketika mengukur jalur lintasan suatu jalan.

Alat Ukur Jarak Laser

Teknologi yang semakin canggih juga menghasilkan alat ukur dengan teknologi laser. Sesuai namanya, alat ukur jarak laser digunakan untuk mengukur jarak dengan mengandalkan cahaya laser. Saat ini, berbagai kegiatan industri maupun konstruksi kebanyakan mengandalkan alat ukur jarak laser ini.

Cara kerja dari alat ukur jarak laser ini ialah dengan memproyesikan cahaya laser dengan cara vertikal dan juga horizontal. Setelah itu, ukuran yang diinginkan pun akan tampil di penampang alat tersebut. Laser sendiri lebih cepat dengan lemparan maupun kecepatan lari atau lompat manusia.

Tidak hanya digunakan untuk mengukur jarak, alat ukur laser juga bisa digunakan dalam mengukur kemiringan suatu atap. Pada umumnya, alat ukur ini digunakan pada pengukuran yang dilakukan secara tidak langsung pada atap dengan menggunakan sensor yang terintegrasi pada sudut kemiringan mencapai 45 derajat

Laser Distance Meter

alat untuk mengukur jarak jauh

Adapun alat ukur jarak yang terakhir ialah laser distance meter. Bentuk dari alat ukur laser ini sangat mirip dengan remot. Yang membedakan hanyalah pada layar digitalnya saja yang berfungsi untuk menampilkan hasil pembacaan jarak. Pada alat laser distance meter ini juga terdapat beberapa tombol yang berfungsi untuk menggerakkan alat tersebut.

Adapun cara menggunakan laser distance meter ini ialah dengan mengarahkan sinar ke arah objek yang akan diukur. Setelah itu, tunggulah beberapa saat hingga hasil jarak yang diinginkan akan ditampilkan oleh laser distance meter ini. Terkadang ada yang infrared, ada juga yang biasa. Membedakan antara peta dengan kondisi real di lapangan dengan benar.

Itulah beberapa jenis alat untuk mengukur jarak mulai dari yang sangat manual hingga yang paling canggih. Semoga informasi di dalam artikel ini dapat menjadi referensi yang akurat untuk Anda.

fungsi multitester untuk hp
Mesin

Fungsi Multitester, Bagian-Bagiannya dan Penggunaannya

Multitester mempunyai banyak nama lain seperti multimeter atau Avometer. Fungsi multitester pun cukup beragam. Alat ini biasa digunakan untuk mengukur suatu arus listrik, tegangan listrik, hambatan listrik, dan ketahanan atau resistansi dalam rangkaian kelistrikan

Seiring perkembangannya, alat ini juga bisa digunakan untuk mengukur induktansi, temperatur, hingga frekuensi. Lalu, sebenarnya apa saja rincian fungsi dari alat ini, dan apa saja bagian-bagian yang terdapat di dalamnya? Berikut informasinya yang bisa Anda simak.

Daftar Fungsi Multitester

fungsi multitester analog dan digital

  • Mengukur Arus Listrik

Fungsi pertama yaitu untuk mengukur arus listrik (Ampere). Ada dua jenis Ampere yang bisa diukur, yaitu arus AC (Alternating Current) dan arus DC (Direct Current) dalam rangkaian kelistrikan.

Namun, perhatikan agar tidak mengukurnya diluar batas atau jangkauan ukur maksimal dari alat multitester. Hal ini perlu diperhatikan agar dapat menghindari kerusakan alat atau kecelakaan.

  • Mengukur Tegangan Listrik

Fungsi berikutnya adalah dapat mengukur tegangan listrik atau tingkat voltase pada sebuah komponen kelistrikan. Pada alat ini terdapat saklar selector untuk menentukan batas maksimum pengukuran. Prediksi dahulu level tegangan listrik yang akan diukur agar tidak melebihi batas ukur.

  • Mengukur Hambatan Listrik

Fungsi multitester selanjutnya yaitu mengukur resistansi atau hambatan komponen listrik. Ini bisa disebut juga dengan mengukur resistor yang mempunyai unsur resistensi. Sebelum menggunakannya, perhatikan batas ukur resistansi rangkaian listrik yang akan diukur hambatannya. Agar tidak error ketika menganalisis hasil ukurnya.

  • Mengukur Nilai Kapasitansi

Fungsi lainnya yaitu alat ini dapat digunakan untuk mengukur nilai kapasitansi dari kapasitor. Dalam mengukurnya, terdapat batas ukur yang harus diperhatikan sebelumnya. Hal ini berlaku bagi multitester tipe analog maupun aplikasi digital. Rangkaian kapasitor akan mudah kita lakukan, sehingga proses pengukuran akan jauh lebih tepat.

  • Mengukur Frekuensi

Alat satu ini juga dapat dimanfaatkan untuk mengetahui nilai frekuensi dari suatu sinyal pada komponen elektronik. Frekuensi akan diukur dari sinyal atau isyarat komponen listrik sehingga diketahui nilai frekuensi yang dimiliki komponen elektronik tersebut. Agar pengukuran presisi, kita perlu melakuan kalibrasi alat, lakukan instalasi software jika memang diperlukan.

  • Fungsi HFE

HFE yaitu perbandingan atau rasio dari IC dan IB pada transistor. Fungsi HFE pada multitester ini yaitu untuk mengetahui gain atau nilai dari faktor penguatan transistor. Fungsi ini biasa dipakai mengukur penguatan transistor pada tipe PNP dan NPN.

Dengan begitu, faktor arus basis yang diperkuat akan menghasilkan arus yang diperkuat dari transistor. Memang tidak semua alat bisa menjalankan fungsi HFE ini. Namun, alat multitester dapat melakukan fungsi satu ini cukup baik.

  • Mengecek Semua Rangkaian Kelistrikan

fungsi multitester untuk hp

Alat ini sangat berperan penting dalam pengawasan dan pengukuran dari rangkaian listrik. Dengan multitester, Anda bisa mengecek kondisi suatu rangkaian listrik dengan mudah dan tepat. Dengan begitu, segala kekurangan dan kesalahan dapat diketahui.

Namun, fungsi multitester ini lebih cenderung dijumpai pada jenis digital. Hal tersebut karena komponennya dan kemampuannya yang lebih canggih.

  • Mengukur Temperatur

Fungsi terakhir dari multitester yang perlu diketahui adalah dapat digunakan untuk mengukur suhu listrik. Beberapa simbol suhu seperti oC dan oF akan muncul ketika alat ini dimanfaatkan untuk mengukur temperatur listrik.

Jenis Multitester

  • Multilterster Analog

Ada dua jenis multitester atau multimeter atau AVO meter yang wajib dikenali, yaitu tipe analog dan digital. Untuk tipe analog, terdapat ciri-ciri tersendiri di dalamnya. Yang paling terlihat jelas yaitu adanya tampilan jarum jam dengan range-range angka pengukuran.

Tipe analog ini bekerja secara manual. Perhitungannya juga memiliki tingkat ketelitian untuk mengukur tegangan yang cukup besar. Namun, akurasi hasil perhitungan multimeter analog lebih rendah jika dibandingkan dengan multimeter digital.

  • Multitester Digital

Tipe yang kedua adalah multitester digital. Alat ini lebih banyak digunakan karena sudah mumpuni baik dari komponen maupun cara kerjanya. Hasil pengukuran multitester digital sangat mudah dibaca pada layar digitalnya. Selain itu, hasilnya juga lebih akurat.

Multitester digital ini mempunyai istilah lain yang umum disebut DVOM. Kepanjangan DVOM adalah Digital Volt Ohm Meter. Masih ada istilah lagi lainnya yaitu DMM atau disebut Digital Multi Meter. Alat yang satu ini berfungsi untuk mengukur banyak hal terkait kelistrikan.

Bagian-Bagian Multitester

Dalam melakukan kinerjanya, alat ini didukung oleh beberapa komponen yang menjadi bagian kesatuan dari alat ini. Bagian-bagian alat ini sangat berperan dalam membantu setiap fungsi multitester. Berikut adalah bagian-bagian multitester beserta penjelasannya.

  • Kotak Meter

Bagian pertama adalah bagian luarnya. Bagian luar atau penutup alat ini disebut dengan kotak meter atau meter cover. Fungsi penutup ini yaitu untuk tempat menyimpan komponen-komponen multimeter agar tidak hilang dan aman.

  • Sekrup

Bagian kedua ada sekrup. Fungsi sekrup ini yaitu untuk mengatur posisi jarum jam (zero adjust screw). Jika ingin mengkonfugirasinya, sekrup bisa diputar ke kanan atau ke kiri dengan alat bantu obeng.

Pada bagian ini terdapat bagian yang dinamakan zero position adjust screw dan adjuster knob. Zero position adjust screw berupa baut untuk mengkalibrasi voltmeter dan amperemeter. Sedangkan adjuster knob berupa tombol yang berfungsi untuk mengkalibrasi ohmmeter.

  • Tombol Pengatur Jarum Penunjuk

Tombol ini berfungsi untuk membuat penentuan pengukuran. Tombol pengatur ini digunakan agar posisi jarum penunjuk tepat berada di posisi nol. Jika tepat berada di posisi nol pada awal pengukuran, maka hasil pengukuran akan lebih akurat.

  • Jarum Penunjuk

Jarum penunjuk ini berguna untuk menunjukkan besaran angka yang dihasilkan. Jarum ini akan menampilkan hasil pengkuran pada komponen listrik yang dilakukan. Setelah memahami masalah, aktivitas otomatis jadi lebih mudah kita lakukan.

  • Skala

Di bawah jarum penunjuk terdapat skala yang berupa garis-garis atau range angka acuan. Skala ini berguna untuk membaca hasil akhir pengukuran berada pada angka berapa. Dengan adanya skala, pembacaan hasil pengukuran dapat lebih mudah.

  • Lubang Kutub Positif dan Negatif

Lubang ini berfungsi sebagai tempat test lead. Untuk kutub positif ditunjukkan dengan tanda (+) berwarna merah, sedangkan untuk kutub negatif ditunjukkan oleh tanda (–) berwarna hitam.

  • Saklar Selector

Fungsi utama saklar selector adalah memilih posisi pengukuran dan menentukan batas pengukuran. Umumnya, terdapat empat pilihan posisi pengukuran, yaitu srus DC, tegangan DC, tegangan AC, dan resistansi.

Pada posisi W, maka multimeter berfungsi sebagai ohmmeter. Sedangkan pada posisi ACV, multitester akan berfungsi sebagai voltmeter AC. Pada posisi DCV, multitester berfungsi sebagai voltmeter DC, dan pada posisi DCmA, fungsi multitester yaitu sebagai mili amperemeter DC.

  • Saklar Selector Polaritas

Bagian terakhir adalah saklar selector polaritas. Berbeda dengan saklar selector, saklar selector polaritas ini berfungsi untuk memilih polaritas arus AC atau arus DC dalam suatu rangkaian atau komponen listrik yang diukur.

Cara Kerja Multitester

Dalam alat ini terdapat sebuah kumparan yang terbuat dari material tembaga. Kumparan tersebut berada diantara dua kutub, yaitu kutub utara dan kutub selatan. Pada kumparan juga terdapat jarum meter sebagai penunjuk angka pengukuran.

Apabila kedua ujung kumparan yang terdiri dari dua kutub tersebut dialiri oleh arus listrik, maka jarum jam akan bergerak. Jarum jam akan bergerak menuju angka atau skala tertentu, tergantung dengan kondisi listrik apa yang diukur.

Mengukur mesti dilakukan berulang, untuk mengecek bahwa outputnya benar dan sesuai dengan alur kerjanya. Berapa ampere hasil pengukuran, dicatat agar memudahkan kita mengambil keputusan lebih lanjut.